Home > Services > 7 QC tools

 
 
 
 
 
 
 
 

7 QC tools

 

Memahami 7 QC Tools


The 7 QC tools banyak dikenal luas dalam lingkup masyarakat mutu, hal ini tidak dapat dipungkiri karena memang alat-alat bantu ini berkembang penggunaannya di dalam proses kegiatan peningkatan mutu atau pemecahan masalah yang biasa dilakukan dalam konteks QC Circle atau Quality Improvement Team, dan lain sebagainya.




The 7 QC Tools, adalah :

1. Checksheet

2. Pareto Diagram

3. Histogram

4. Scatter Diagram

5. Control Chart

6. Graphs

7. Ishikawa Diagram

1. Checksheet


Alat bantu ini sangat tepat digunakan sebagai alat PENGUMPUL DATA, tetapi tidak cukup memenuhi syarat bila digunakan untuk menganalisa data, karena semua data yang dikumpulkan adalah data fenomena/fakta yang sedang terjadi (berlangsung). Itulah sebabnya dikatakan bahwa  Checksheet adalah alat bantu yang digunakan pada saat suatu proses/kegiatan berlangsung.


2. Pareto Diagram


Diagram Pareto pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli ekonomi dari Italia, bernama ”Vilvredo Pareto”, pada tahun 1897. Diagram Pareto mengurutkan diagram batang dari yang paling besar nilai datanya hingga ke yang paling kecil. Tujuan mengurutkan ini agar lebih mudah melihat faktor apa yang terpenting yang berkontribusi terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Lalu ambillah 3 faktor terbesar, selanjutnya bedah lagi melalui diagram Pareto sebab-musabab masing-masing dari 3 faktor tersebut, dan seterusnya.


3. Histogram


Dikenal juga sebagai grafik distribusi frekuensi, salah satu jenis grafik batang yang digunakan untuk menganalisa mutu dari sekelompok data (hasil produksi), dengan menampilkan nilai tengah sebagai standar mutu produk dan distribusi atau penyebaran datanya. Meski sekelompok data memiliki  standar mutu yang sama, tetapi bila penyebaran data semakin melebar ke kiri atau ke kanan, maka dapat  dikatakan bahwa mutu hasil produksi pada kelompok  tersebut kurang bermutu, sebaliknya, semakin sempit sebaran data pada kiri dan kanan nilai tengah, maka hasil produksi dapat dikatakan lebih bermutu, karena mendekati

spect yang telah ditetapkan.

 

4. Scatter Diagram


Alat bantu ini sangat berguna untuk mendeteksi korelasi (hubungan) antara dua variable (faktor), sekaligus juga memperlihatkan tingkat hubungan tersebut (kuat atau lemah). Pada pemanfaatannya, scatter diagram memebutuhkan data berpasangan sebagai bahan baku analisisnya, yaitu seku mpulan nilai x sebagai faktor yang independen berpasangan dengan sekumpulan nilai y sebagai faktor dependen.


5. Control Chart


Ini adalah sebuah alat bantu berupa grafik yang akan menggambarkan stabilitas suatu proses kerja. Melalui gambaran tersebut akan dapat dideteksi apakah

proses tersebut berjalan baik (stabil) atau tidak ?

Alat bantu ini pertama kali diperkenalkan oleh W.A. Shewhart di Laboratorium Bell Telephone. Karakteristik pokok pada alat bantu ini adalah adanya sepasang

batas kendali (Upper dan Lower Limit), sehingga dari data yang dikumpulkan akan dapat terdeteksi kecenderungan kondisi proses yang sesungguhnya. Pada dasarnya alat bantu ini adalah berupa rekaman data suatu proses yang sudah

berjalan. Bila data yang terkumpul sebagian besar berada dalam batas pengendalian, maka dapat disimpulkan bahwa proses berjalan dalam kondisi stabil. Tetapi sebaliknya, bila sebagian besar data menunjukkan deviasi di luar

batas kendali, maka bisa dikatakan proses berjalan tidak normal, yang bisa berdampak pada penurunan Mutu produk.


6. Graphs (Block diagram, Pie Chart, Sun Chart etc.)


Grafik biasa digunakan sebagai alat bantu untuk menerangkan suatu kondisi, menggambarkan trend, memprediksi situasi secara lebih jelas, melalui sejumlah

data yang digambarkan, baik dalam bentuk balok (block), lingkaran (Pie Chart), garis (Line chart) dan lain sebagainya.


7. Ishikawa Diagram / Fishbond diagram / diagram tulang ikan


Ini adalah satu-satunya alat bantu yang menggunakan data verbal (nonnumerical) atau data kualitatif dalam penyajiannya. Alat bantu ini menggambarkan tentang suatu kondisi ”penyimpangan mutu” yang dipengaruhi oleh bermacam-macam penyebab yang saling berhubungan.

Berbeda dengan alat-alat bantu lainnya, karena penggunaannya akan lebih efektif bila dilakukan dalam kelompok. Sehingga alat bantu ini seringkali identik dengan

kegiatan kelompok. Di samping itu, manfaat optimum diperoleh bila Ishikawa Diagram mampu menampilkan akar-akar penyebab yang sesungguhnya dari suatu penyimpangan (ketidakbermutuan).


Melalui Pelatihan 7 QC tools ini, Engineer QA atau Supervisor QC anda akan memiliki skill yang dengan itu dapat melakukan pelaporan sekaligus analisa terhadap kondisi mutu produk yang sedang diperiksa, dapat menjelaskan sebab musabab terjadinya rejek, dan dapat memberi rekomendasi tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi rejek. Segera hubungi nomor kontak kami untuk mendapatkan Pelatihan yang bermanfaat bagi staf-staf anda ini. Terima kasih dengan kerjasamanya. Bersama kita bisa sukses. QPI consulting.





 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
QPI Consulting